
Mungkin
kita pernah bertanya dalam hati, “apa sih enaknya berdzikir?”.
Jawaban
sederhananya ada pada pertanyaan balik, yaitu, apa sih enaknya mendengar musik?,
apa sih enaknya joget?, apa sih enaknya berkaroke?. Mungkin sebagian kita akan
menjawab: musik membuat hati akan terasa tentram, karena nikmatnya alunan
irama, dan tersentuh perasaannya karena paham akan makna lagu tersebut.
Tidak
jauh berbeda, dzikirpun demikian. Bahkan dzikir mempunyai daya tarik penyatuan
yang jauh lebih tinggi, lebih hebat, lebih dahsyat dari jenis musik dan lagu
manapun.
Ketika
dzikrulah sudah dinikmati dan dirasakan manfaatnya, maka kita akan menjadi
orang yang tenang, sadar akan apa yang terjadi, dan memahami dan menyadari kehidupan masa depan
yang akan kita lalui.
Ada yang merasa lebih dekat dengan Allah ketika sedang
shalat,. Ada juga yang dapat merasakan keberadaan Tuhan ketika melihat
ciptaan-Nya, ketika sedang berada di atas gunung, atau di tengah laut, atau
mengamati ciptaan Allah yang sangat beragam. Potret ideal seperti inilah profil
insan kamil, ia akan menjadi orang yang berguna bagi dirinya, keluarganya,
masyarakat sekelilingnya, juga untuk ummat manusia, bahkan ia juga akan berguna
bagi alam sekitar.
Sekian tentang infinya, semoga kita menjadi hamba yang dapat merasakan nikmatnya berdzikir
sumber: Al-Habsyi,Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Ali. 40 Hadis Keutamaan Dzikir & Berdzikir.2008. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Artikel dalam blog ini BOLEH dishare, dicopy paste, ataupun diposting ulang tanpa izin. Sebagai gantinya, mohon doakan admin sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat dan diberikan karunia hikmah oleh Allah
Terima kasih atas kunjungannya, kalau boleh silahkan isi kolom komentar untuk lebih membangun blog ini